BELAS KASIH RAJA: TINJAUAN TEOLOGIS-NARATIF TERHADAP ANUGERAH DALAM KISAH MEFIBOSET (2 SAMUEL 9:1–13)
Cuvinte cheie:
Mefiboset, Anugerah, Teologi Naratif, Perjanjian Lama, HesedRezumat
Kisah Mefiboset dalam 2Samuel 9:1–13 merupakan salah satu narasi penting dalam Perjanjian Lama yang merepresentasikan konsep kasih setia (ḥesed) sebagai fondasi relasi perjanjian antara Allah dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis tindakan Raja Daud terhadap Mefiboset serta relevansinya bagi pemahaman anugerah dalam teologi biblika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan metode eksegesis naratif terhadap teks Alkitab dan literatur teologi Perjanjian Lama. Hasil kajian menunjukkan bahwa tindakan Daud merefleksikan tiga dimensi utama anugerah, yaitu kasih yang berinisiatif mencari, kasih yang mengangkat martabat, dan kasih yang memulihkan identitas. Transformasi Mefiboset dari Lo-Debar menuju meja raja menggambarkan perpindahan dari keterasingan menuju penerimaan dalam relasi perjanjian. Temuan ini menegaskan bahwa anugerah tidak didasarkan pada kelayakan manusia, melainkan pada kesetiaan pemberi kasih. Secara teologis, narasi ini berfungsi sebagai tipologi Injil yang menggambarkan pemulihan relasi antara Allah dan manusia. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa gereja masa kini dipanggil untuk mengembangkan pelayanan yang inklusif, restoratif, dan berpusat pada kasih karunia sebagai wujud kesaksian iman di tengah masyarakat.